Rabu, 02 Oktober 2013

“Nata Jagung (Zea mays L) Sebagai Alternatif untuk Menstabilkan Kadar Gula Darah bagi Penderita Diabetes melitus”

Deskripsi Jagung (Zea mays L)
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari biji), dibuat tepung (dari biji, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya).( Anonom 2009b)
Jagung di Indonesia kebanyakan ditanam di dataran rendah baik di tegalan, sawah tadah hujan maupun sawah irigasi. Sebagian terdapat juga di daerah pegunungan pada ketinggian 1000- 1800 m di atas permukaan laut. Tanah yang dikehendaki adalah gembur dan subur, karena tanaman jagung memerlukan aerasi dan drainase yang baik. Jagung dapat tumbuh baik pada berbagai macam tanah. Tanah lempung berdebu adalah yang paling baik bagi pertumbuhannya. Tanah-tanah berat masih dapat ditanami jagung dengan pengerjaan tanah lebih sering selama pertumbuhannya, sehingga aerasi dalam tanah berlangsung dengan baik. Air tanah yang berlebihan dibuang melalui saluran drainenase yang dibuat dinatar barisan jagung. Kemasaman tanah (pH) yang terbaik untiik jagung adalah sekittir 5,5 - 7,0. Tanah dengan kemiringan tidak lebih dari 8% masih dapat ditanami jagung dengan arah barisan tegak lurus terhadap miringnya tanah, derigan maksud untuk mencegah keganasan erosi yang terjadi pada waktu turun hujan besar, Faktor-faktor iklim yang terpenting adalah jumlah dan pembagian dari sinar matahari dan curah hujan, temperatur, kelembaban dan angin. Tempat penanaman jagung harus mendapatkan sinar matahari cukup dan jangan terlindung oleh pohon-Pohonan atau bangunan. Bila tidak terdapat penyinaran dari matahari, hasilnya akan berkurang. Temperatur optimum untuk pertumbuhan jagung adalah antara 23 - 27 C. (Anonime,2009)
b. Beda antara jagung biasa dengan sweet corn
            Jenis tanaman jagung yang sering dikonsumsi adalah Sweet corn (Zea mays L. saccharata = jagung manis). Hasil produksinya yang merupakan jagung muda apabila telah direbus mempunyai rasa enak dan manis Rasa manis ini disebabkan oleh kandungan gulanya yang terlalu tinggi. Bahkan di Meksiko ada beberapa varietas jagung yang digunakan untuk bahan baku pembuatan sirup. Di samping itu ada gen yang resesif yang dapat mencegah perubahan dari gula menjadi pati.
            Jagung manis memiliki ciri-ciri, biji yang masih muda bercahaya dan berwarna jernih seperti kaca sedangkan biji yang telah masak dan kering akan menjadi keriput atau berkerut. Kandungan protein dan lemak didalam biji lebih tinggi dari jagung biasa, sehingga banyak di usahakan secara besar-besaran di Amerika.(AAK, 1993)
            Di Indonesia, sweet corn mula-mula di kenal dalam kemasan kaleng dari hasil impor.Sekitar tahun 1980-an barulah tanaman ini ditanam secara komersial meskipun masih dalam skala kecil. Setelah berkembangnya toko-toko swalayan yang banyak menampung hasilnya, sweet corn diusahakan secara meluas.

            
               (a)                                        (b)                                                     (c)            Sweet corn termasuk keluarga Graminae dari suku Maydeae yang para mulanya berkembang dari jagung tipe dent dan flint. Jagung tipe dent disebut juga dengan jagung gigi kuda (Zea mays identata). Jagung ini mempunyai lekukan di puncak bikinya karena adanya pati keras pada bagian pinggir dan pati lembel pada bagian puncak biji.
            Gambar 1. Jagung (Zea mays)
Sumber: www.Job’s Tears.htm (2007)
            Jagung tipe flint disebut juga jagung mutiara (Zea mays indurata). Biji jagung ini berbentuk agak bulat, bagian luarnya keras dan licin. Bagian luar yang keras ini disebabkan oleh bagian luar endosperm yang terdiri dari pati keras. Dari kedua tipe jaging inilah jagung manis berkembang kemudian terjadi mutasi menjadi tipe gula yang resesif.
            Tinggi tanaman sweet corn tidak banyak berbeda dengan jagung biasa. Namun, menurut Leonard dan Martin (1963), sweet corn sedikit lebih pendek. Sweet corn termasuk tanaman berumah satu dengan bunga jantan berwarna putih krem. Tanaman ini memiliku jenis bunga yang bersifat. Bunga jantan mengandung banyak bunga kecil pada ujung batangnya yang disebut tassel. Tiap bunga kecil tersebut terdapat tiga buah benang sari dan pistil rudimenter. Bunga betina juga mengandung banyak bunga kecil yang ujungnya pendek dan datar; pada saat masak disebut tongkol. Setiap bunga betina mempunyai satu putik dan stamen rudimenter dengan sistem perkawinan umumnya menyerbuk silang. Sweet corn mempunyai tipe pertumbuhan dereminete
Tabel 1. Klasifikasi tanaman jagung
Tanaman jagung biasa
Tanaman jagung manis
Kingdom: Plantae
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Division: Magnoliophyta
Class: Liliopsida
Class: Liliopsida
Subclass: Commelinidae
Subclass: Commelinidae
Order: Cyperales
Order: Cyperales
Family: Poaceae
Family: Poaceae
Genus: Zea
Genus: Zea
Species : Zea mays  (var. identata)
Species : Zea mays .L  ( var. saccharata)







Menurut Koswara (1986), sifat manis pada sweet corn disebabkan oleh adanya gen su-1 (sugary), bt-2 (brittle) ataupun sh-2 (shrunken). Gen ini dapat mencegah pengubahan gula menjadi zat pati pada endosperm sehingga jumlah gula yang ada kira-kira dua kali lebih banyak dibandingkan dengan jagung biasa. Secara fisik maupun morfologi, sweet corn sulit di bedakan dengan jagung biasa. Perbedaan antara kedua jagung itu umumnya pada warna bungan jantan. Bunga jantan sweet corn berwarna putih, sedangkan pada jagung biasa kuning kecoklatan. Rambut para sweet corn berwarna putih, sedangkan pada jagung biasa berwarna merah. Sweet corn mengandung lebih banyak gula dan endospermnya daripada jagung biasa dan pada proses pematangan kadar gula yang tinggi menyebabkan biji keriput. Keadaan keriput inilah yang membedakan dengan biji jagung biasa.
            Perbedaan lainnya adalah sweet corn berumur lebih genjah dan memiliki tongkol lebih kecil dibandingkan jagung biasa. Tongkolnya memiliki 2 atau 3 pasang daun yang tumbuh di sisi kiri dan kanan. Sebenarnya, daun ini merupakan perpanjangan klobot (kulit buah). Tongkol umumnya sudah siap dipanen ketika tanaman berumur antara 60 - 70 hari. Saat ini telah banyak beredar jenis-jenis sweet corn yang berkualitas tinggi. Beberapa jenis yang di kenal di Indonesia antara lain Hawaian super sweet, Honey bantam series, Honey pearl, Honey jean II, Dendy and White Knight. Karbohidrat dalam biji jagung mengandung gula pereduksi (glukosa dan fruktosa), sukrosa, polisakarida dan pati. Menurut Koswara (1986), kadar gula pada endosperm sweet corn sebesar 5 - 6% dan kadar pati 10 - 11%. Sedangkan pada jagung biasa hanya 2 - 3% atau setengah dari kadar gula sweet corn. Menurut Kamil (1982), gula yang disimpan dalam biji sweet corn adalah sukrosa yang dapat mencapai jumlah 11%.(anonim 2009 d).

Tabel 2 Perbedaan kandungan gizi Jagung Biasa dengan Sweet Corn
Zat Gizi
Sweet Corn a)
Jagung Biasa b)
Satuan
Energi
96
129
Kal
Protein
3,5
4,1
gr
Lemak
1,0
1,3
gr
Karbohidrat
22,8
30,3
gr
Kalsium
3,0
5,0
mg
Fosfor
111,0
108,0
mg
Besi
0,7
1,1
mg
Vitamin A
400
117
SI
Vitamin B
0,15
0,18
mg
Vitamin C
12
9
mg
Air
72,7
63,5
gr

a)      USDA Agr. Hand Book No.8 Composition of Food Raw, Processed Prepare, 1963

b)      Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan, 1979
DAFTAR PUSTAKA
 AAK, “Teknik Bertanam Tanaman Jagung”, Yogyakarta : Konisius, 1993

Anderson, E. 1945. What is Zea mays? A report of progress. Chron. Bot., 9: 88-92.


(Aninomb,2009)Jagung. Diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Jagung yang direkam pada 25/08/2009 14:57 GMT

(Anonimc,2008)Saran diet Untuk Penderita Diabetes . diakses dari http://badanideal.blogspot.com/2008/09/saran-diet-untuk-penderita-hipertensi_08.html  yang direkam pada 14/09/2009 15:31 GMT


(Anonime,2009) http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=2 yang direkam pada 13/09/200916:09 GMT 

(Anonimf,2009) Waspadai gula darah tinggi Diakses dari http://matanews.com/category/health-care/ yang direkam pada 14/09/2009 15 : 01 GMT

0 komentar:

Posting Komentar